<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668</id><updated>2011-12-15T10:06:24.116+07:00</updated><category term='Perajin Kulit di Ponorogo'/><category term='profil'/><category term='penari di ponorogo'/><category term='Pendidikan'/><category term='Guru di Ponorogo'/><category term='Kecamatan Sooko'/><category term='Desa Jurug'/><category term='seni tari'/><category term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Berita Ponorogo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>27</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-8479413802395607541</id><published>2010-04-02T20:46:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T20:46:00.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Sate Ayam Hj Tukri Ponorogo</title><content type='html'>Selain kesenian Reyog, Ponorogo juga terkenal dengan sate ayam-nya. Cita rasa sate ayam Ponorogo sudah kesohor. Tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang pada Rabu malam lalu mampir menikmati sate ayam sepulang dari Pacitan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kampung Sate Ayam. Kalimat itu tertulis di spanduk kain berukuran 1x3 meter dan dipasang di Gang 1 Jalan Lawu, Kelurahan Nologaten. Sebutan kampung sate itu pas karena masuk gang berkelok, banyak warung sate ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 50 meter memasuki gang, ada warung sate yang terlihat istimewa. Ada musala, dan halaman cukup luas. Tampak terparkir sekitar delapan mobil. Uniknya, mobil-mobilitu semuanya berasal dari luar kota . Seperti AG, AD, L, N, dan juga B. ''Sebelum dikunjungi presiden SBY pun tiap hari memang ramai seperti ini,'' terang Hj Siti Aminah, pemilik warung sate ayam H Tukri Sobikun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hj Siti Aminah adalah istri almarhum H Tukri Sobikun. Menurut Siti Aminah, meski bukan kali pertama melayani presiden, dirinya bangga dengan kunjungan SBY. Sebab, SBY adalah presiden yang pertama datang ke warungnya di Jalan Lawu Gang 1 Nomor 43. ''Sebelumnya kami yang diundang ke Jakarta. Tapi sekarang malah presiden yang ke sini,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibu empat putra dan delapan cucu itu, pihaknya sudah berulangkali diminta menyajikan sate ke presiden. Bahkan, sejak presiden Soekarno, Soeharto, dan Megawati Soekarnoputri, Gus Dur, hingga SBY. Itu sejak alm H Tukri masih remaja dan berjualan sate bersama orang tuanya. ''Saat mantu Mbak Tutut kita juga diminta menyediakan sate. Begitu juga rapat Bung Karno di tahun 1949,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan SBY Rabu (31/3) malam sekitar pukul 19.00 WIB menjadi kunjungan yang cukup mengejutkan. Sebab, kunjugan itu terkesan mendadak. Baru sekitar pukul 18.00 WIB dia mendapat kabar dari Kodim 0802 Ponorogo bahwa presiden akan mampir ke warungnya. Karena mendadak, Siti Aminah terpaksa harus memangggil beberapa karyawannya yang sudah pulang. ''Untung saat itu ada persiapan ayam. Makanya cepet-cepet masak dengan mengerahkan karyawan dan tetangga,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjamu presiden dan rombongan, Siti Aminah menyiapkan 3.000 tusuk sate. Atau, sekitar 50 ekor ayam. Kerja ekstra Siti Aminah pun tidak sia-sia. Sebab, presiden maupun Ny Ani Yudhoyono memuji kenikmatan sate H Tukri. ''Sambal dan ayamnya yang kesat tapi empuk itu, yang menjadikan sate sangat nikmat,'' kata Siti Aminah menirukan pujian Ny Ani Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian juga terlontar dari SBY yang malam itu menyantap sekitar 10 tusuk sate ayam dan lontong. Kepada Siti Aminah, SBY mengaku mengetahui kenikmatan satenya dari  putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa disapa Ibas. Maklum, saat kampanye pemenangan pemilu lalu, Ibas yang berangkat dari Dapil VII juga sempat menikmati sate ayam H Tukri. ''Kata presiden, daripada merepotkan pemkab lebih baik ke sate ayam saja,''  ujarnya dengan wajah berbinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menjadi langganan presiden dan para pejabat, Siti Aminah mengaku tetap mematok harga normal seperti penjual sate ayam lainnya di Gang 1 Jalan Lawu. Satu porsi sate ayam lengkap dengan lontong hanya Rp 15 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, ternyata di pendapa sudah disediakan hidangan spesial. ''Tiba-tiba saya dapat kontak staf kepresidenan bahwa bapak (SBY) ingin makan sate ayam Ponorogo,'' terang Dandim 0802 Ponorogo, Letkot Inf Luthfi Beta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi presiden akan mampir nyate diterima Luthti sekitar pukul 17.30 WIB. Karena mendadak, Luthfi bersama pemkab langsung mengarahkan ke kampung sate ayam di Jalan Lawu. Usai menikmati sate, SBY menyempatkan bertemu warga setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-8479413802395607541?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/8479413802395607541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/presiden-susilo-bambang-yudhoyono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8479413802395607541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8479413802395607541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/presiden-susilo-bambang-yudhoyono.html' title='Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi Sate Ayam Hj Tukri Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3903106986643438439</id><published>2010-04-01T13:03:00.002+07:00</published><updated>2010-04-01T13:03:44.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Pengawas Unas di Ponorogo, Bocorkan Jawaban</title><content type='html'>Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) SMP di Ponorogo ternoda. Salah satu pengawas di SMP Negeri Slahung diduga membocorkan jawaban kepada siswanya. Itu terjadi saat ujian pada hari kedua Selasa (30/3) kemarin. ''Kami memang mendapat laporan itu dari salah satu keluarga siswa,'' terang Burhanuddin, ketua komisi D DPRD Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oknum pengawas berinial MS itu adalah guru salah satu Madrasah Tsanawiyah MTs di Slahung. Aksi pembocoran jawaban itu bermula saat MS menjadi pengawas di SMPN Slahung. Kebetulan, pada ruang kelas yang dijaga MS terdapat soal berlebih. Diam-diam, MS mengerjakan soal tersebut dan mengirimkan ke siswa di MTs-nya melalui short message service (SMS). ''Agar masalah itu segera selesai, maka kami datang ke SMPN Slahung untuk klarifikasi,'' ujar anggota dewan dari PAN itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kedatangan komisi yang membidangi pendidikan tersebut sia-sia. Sebab, kalangan dewan tak bisa langsung klarifikasi dengan yang bersangkutan. Alasannya, MS sedang menjalankan tugas pengawasan. ''Kami minta kasek dan dinas secepatnya menyelesaikan persoalan itu. Jika terbukti, yang bersangkutan harus diberi sanksi tegas,'' tandas Burhanuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kepala SMPN 1 Slahung Dandun Santoso mengatakan tidak tahu menahu tentang kebocoran jawaban itu. Namun pihaknya berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi DPRD untuk mengklarifikasi MS. Jika memang terbukti, Dandun akan melaporkan ke dinas pendidikan. ''Sanksi yang memberikan dinas, bukan kami,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Dwikora Hadi Meinanda, kepala dinas pendidikan (kadindik) Ponorogo. Dwikora mengaku belum tahu isu pengawas yang membocorkan jawaban itu. Untuk itu, pihaknya akan klarifikasi kepada yang bersangkutan. ''Akan kami cek dulu kebenarannya,'' katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3903106986643438439?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3903106986643438439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/pengawas-unas-di-ponorogo-bocorkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3903106986643438439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3903106986643438439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/pengawas-unas-di-ponorogo-bocorkan.html' title='Pengawas Unas di Ponorogo, Bocorkan Jawaban'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-8401616725186127745</id><published>2010-04-01T12:58:00.000+07:00</published><updated>2010-04-01T12:58:13.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Manajemen Diskriminatif, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Demo</title><content type='html'>Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMP) yang tergabung dalam forum mahasiswa antidiskriminasi menggelar unjuk rasa. Mereka memprotes manajemen kampusnya yang dinilai diskriminatif kepada mahasiswa. Aksi demo dilakukan dengan menggelar orasi dan membentangkan berbagai poster kecaman terhadap pengelola kampus. ''Kampus saat ini seperti sudah berubah orientasi, hanya mementingkan fisik daripada pembangunan insan akademis,'' terang Syauqi, salah satu peserta aksi, dalam orasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa juga menuntut transparansi pengelolaan dana Rp 2 miliar untuk rehabilitasi gedung kampus. Dikatakan, ada yang janggal dalam pembangunan tersebut. Sebab, sebelumnya kampus menjanjikan rehabilitasi itu sudah menyangkut perbaikan sarana kuliah. Seperti ruang kuliah yang berpendingin. Nyatanya, hal tersebut hanya janji-janji belaka. ''Dikemanakan anggaran sebesar itu, kok ruangannya masih angin cendela,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa juga mengkritik kebijakan rektorat yang dinilai asal-asalan dalam pengelolaan beasiswa. Di mana, banyak penerima beasiswa tidak sesuai sasaran. Akibatnya hal itu menimbulkan kecemburuan antarmahasiswa. ''Harus ada standar penilaian khusus tentang penerima beasiswa itu, bukan asal-asalan seperti itu,'' kritik mahasiswa lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, aksi mahasiswa tersebut ditanggapi dingin pihak kampus. Menurut Rektor UMP M Sulthon , selama ini pihaknya sudah transparan dalam pengelolaan kampus. Baik administrasi maupun kebijakan lainnya. Terkait hal-hal teknis, Sulthon mengaku akan segera menyelesaikannya. ''Kami kira hanya persoalan diskomunikasi saja, karena manajemen sudah sangat transaparan,'' katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-8401616725186127745?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/8401616725186127745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/manajemen-diskriminatif-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8401616725186127745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8401616725186127745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/04/manajemen-diskriminatif-mahasiswa.html' title='Manajemen Diskriminatif, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Demo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2318316835051910865</id><published>2010-03-31T05:37:00.000+07:00</published><updated>2010-03-31T05:37:01.932+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono Lamban Serahkan LKPJ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.surabayapagi.com/tampilfoto.php?idberita=16855" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.surabayapagi.com/tampilfoto.php?idberita=16855" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di akhir masa jabatannya kinerja Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono jadi sorotan. Kali ini soal lambannya bupati dalam membuat laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD tahun 2009. Meski kalangan dewan setempat telah memberikan warning tentang masa jabatannya yang habis, bupati tak kunjung menyerahkan LKPJ. ''Harusnya bulan ini LKPJ sudah diserahkan dan mulai pembahasan, tapi hingga kini belum dikirim juga,'' terang Hj Atika Banowati, wakil ketua DPRD setempat, kemarin (28/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ingin agenda pembahasan berlarut-larut, pihaknya kembali mengirim surat ke bupati. Surat dikirim Jumat (26/3) lalu. Intinya, agar bupati secepatnya mengirim draf LKPJ. Sehingga kalangan dewan segera bisa membahasnya. ''Agenda dewan kebetulan cukup banyak, makanya biar bisa dibagi,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada juga diungkapkan Ketua DPRD Agus Widodo. Kader PDIP itu meminta bupati secepatnya menyerahkan draf LKPJ. Sebab, pembahasan draf akan menjadi bahan evaluasi atas kinerja eksekutif. ''Evaluasi itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk pembangunan mendatang. Makanya butuh waktu untuk membahasnya,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Bupati Muhadi Suyono membantah pihaknya lamban. Menurutnya, saat ini tim eksekutif sudah menyiapkan draf tersebut. Bahkan hampir selesai. ''Sudah selesai, sebentar lagi akan dikirim kok,'' kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang nomor satu di pemkab itu, penyerahan LKPJ belum molor. Sebab sesuai aturan maksimal bulan April pembahasan LKPJ selesai. Sehingga masih banyak waktu bagi legislatif untuk membahasnya. ''Kami tidak tergesa-gesa karena ingin memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya. Lagipula waktu masih banyak, jadi jangan khawatir,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2318316835051910865?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2318316835051910865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/bupati-ponorogo-h-muhadi-suyono-lamban.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2318316835051910865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2318316835051910865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/bupati-ponorogo-h-muhadi-suyono-lamban.html' title='Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono Lamban Serahkan LKPJ'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3115024659692622062</id><published>2010-03-25T15:26:00.000+07:00</published><updated>2010-03-25T15:26:12.795+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Polisi Incar Markum Singodimedjo</title><content type='html'>Setelah merampungkan berkas dugaan korupsi mantan ketua DPRD, tim penyidik Polres Ponorogo mengembangkan kasus ke wilayah eksekutif. Mantan Bupati Ponorogo Markum Singodimedjo kini giliran jadi bidikan aparat dalam kasus yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markum dinilai terkait erat dengan lolosnya pos anggaran DPRD yang diduga melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ''Pos APBD itu kan hasil pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Maka kemungkinan keterlibatan eksekutif juga ada,'' terang Kapolres AKBP Lakoni Wiranegara dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pemanggilan Markum itu dilakukan untuk memperjelas ada tidaknya unsur pidana. Sebab, sebagai bupati, Markum dianggap paling memahami proses penyusunan APBD. ''Kalau memanggil sekarang kan tidak sulit, sebab tidak perlu ijin presiden,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Markum, pihaknya juga akan memintai keterangan Soenarto, yang saat ini menjabat staf ahli bupati. Saat proses penyusunan APBD tahun 2004 Soenarto menjabat sebagai Kabag Keuangan. Sehingga dianggap mengetahui lolosnya beberapa pos anggaran yang dinilai melanggar aturan itu. ''Dia (Soenarto) itu kan yang pegang uang, jadi tahu kenapa kok pos seperti itu bisa lolos,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanggilan mantan bupati dan staf ahli itu akan dilakukan secepatnya. Setelah pelimpahan berkas wakil ketua DPRD, pihaknya langsung melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan. ''Sudah kami agendakan dan secepatnya kami lakukan,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sejumlah elemen masyarakat mendesak tim penyidik juga menidanklanjuti dugaan keterlibatan anggota dewan lainnya. Tidak hanya pimpinan DPRD. Tapi semua anggota dewan yang telah ditetapkan sebagai tersangka. ''Kalau memang konsisten memberantas korupsi ya jangan tebang pilih, semua yang terlibat harus ditindak. Baik eksekutif maupun legislatif,'' pinta Heru, aktivis LSM Amarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3115024659692622062?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3115024659692622062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/polisi-incar-markum-singodimedjo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3115024659692622062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3115024659692622062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/polisi-incar-markum-singodimedjo.html' title='Polisi Incar Markum Singodimedjo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-6778374188402967664</id><published>2010-03-23T19:57:00.000+07:00</published><updated>2010-03-23T19:57:18.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Aktivis LSM Laskar Wengker Geruduk Kejari Ponorogo</title><content type='html'>Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kemarin (22/3) digeruduk ratusan massa LSM Laskar Wengker (Lawe). Mereka menduga ada indikasi permainan hukum di tubuh kejari. Salah satunya kasus penyidikan terdakwa Gimgim pemilik sebuah rumah karaoke di Ponorogo. ''Tindakan sama, tapi jeratan pasalnya berbeda. Ini kan lucu dan naif dalam penegakan keadilan,'' terang Sunardi, koordinator aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, indikasi permainan kasus pada pengusaha muda itu terlihat sejak di penyidikan polisi. Polisi hanya mengenakan jeratan pasal undang-undang darurat. Padahal, yang dilakukan Gim-gim bisa dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan. Sebab saat itu pelaku telah menghunuskan samurai kepada korban yang bisa mengancam jiwanya. ''Selain indikasi permainan pasal, tersangka juga tidak ditahan di tingkat penyidikan polisi maupun kejaksaan,'' teriaknya saat berorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang sama juga dilakukan tim penuntut kejari yang juga tidak melakukan penahanan kepada tersangka. Padahal, empat bulan lalu salah seorang warga Kecamatan Siman yang mengancam menggunakan gunting ditahan sejak proses penyidikan di kepolisian dan kejaksaan. ''Kenapa kepada pengusaha jaksa tidak menahan sedang kepada warga biasa yang hanya membawa gunting justru ditahan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggelar orasi, para demosntran juga membeber berbagai poster yang berisi kecaman kejaksaan dan kepolisian. Seperti: ojo dupeh jadi penyidik terus berbuat seenaknya, jaksa main pasal keadilan terbelenggu, berantas mafia hukum di kejaksaan, dan berbagai poster lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berorasi, para demonstran menemui Kajari H Yono Salim. Kepada para demonstran, Yono menyatakan menerima masukan tersebut. Hanya, pihaknya membantah adanya permainan jual beli pasal. Dikatakan, jeratan yang dikenakan kepada Gymgym merupakan tindak lanjut penyidikan yang dilakukan Polres Ponorogo. ''Kami hanya menindaklanjuti dari penyidik. Baik pasal maupun kebijakan ditahan atau tidak,'' kata Yono sebelum massa membubarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-6778374188402967664?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/6778374188402967664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/aktivis-lsm-laskar-wengker-geruduk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/6778374188402967664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/6778374188402967664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/aktivis-lsm-laskar-wengker-geruduk.html' title='Aktivis LSM Laskar Wengker Geruduk Kejari Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-5548695164651420563</id><published>2010-03-22T22:50:00.000+07:00</published><updated>2010-03-22T22:50:08.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Musim Hujan, Perajin Gamping di Ponorogo, Paceklik</title><content type='html'>Sudah lebih dua bulan ini, perajin batu gamping di Sampung mengalami masa paceklik. Omzet penjualan batu gamping mereka turun drastis. Jika sebelumnya sehari bisa menjual dua hingga tiga rit, kini tinggal satu rit. Itu pun kadang tidak ada yang beli sama sekali. ''Sepinya minta ampun,'' terang Susilo, 58, salah satu pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, turunnya omzet penjualan dipengaruhi cuaca. Saat musim penghujan seperti ini warga yang membangun juga sedikit. Selain itu, hingga kini proyek pemerintah juga belum dimulai. Praktis, mereka hanya menjual ke toko-toko langganan saja. ''Hanya pelanggan toko besar saja yang kadang masih datang membeli,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Sunardi, perajin lainnya. Turunnya omzet penjualan berdampak langsung pada penghasilan mereka. Jika biasanya dia bisa mendapat upah sekitar Rp 30 ribu, kini tinggal sekitar Rp 10 ribu. Sebab, dia hanya bisa menjual dua kubik gamping. Satu kubik saat ini harganya sekitar Rp 5.000. ''Karena penghasilan menurun, maka ya harus lebih hemat,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjloknya omzet penjualan gamping tersebut juga berdampak berkurangnya perajin pencari gamping. Sebagin dari mereka memilih berpindah profesi menjadi pekerja di sawah. Kebetulan saat ini musim panen dan sebagian sudah tanam. Sehingga mereka bekerja harian kepada pemilik sawah. ''Daripada menganggur di rumah, ya bekerja di sawah saja untuk menambah penghasilan,'' kata Suyadi, pekerja lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-5548695164651420563?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/5548695164651420563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/musim-hujan-perajin-gamping-di-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5548695164651420563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5548695164651420563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/musim-hujan-perajin-gamping-di-ponorogo.html' title='Musim Hujan, Perajin Gamping di Ponorogo, Paceklik'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3916690384273678332</id><published>2010-03-22T08:02:00.001+07:00</published><updated>2010-03-22T08:02:35.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Soal Pelajar Mesum, Dinas Pendidikan Ponorogo Angkat Tangan</title><content type='html'>Dinas Pendidikan Ponorogo tidak bisa berbuat banyak atas maraknya kasus pelajar mesum di wilayahnya. Pasalnya, ruang gerak dan kewenangan dindik terbatas. Sehingga tidak bisa mengawawi para pelajar di luar jam sekolah. ''Kami sadar kami juga merupakan salah satu bagian dari para siswa itu. Namun kami tidak memiliki hak sepenuhnya untuk menindak mereka saat sudah tidak berada dalam wewenang kami,'' terang Kepala Dinas Pendidikan Dwikora Hadi Meinanda.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya aksi amoral pasangan siswa warga Desa Gandu Kepuh,Sukorejo dan warga Kelurahan Jingglong, Ponorogo, tersebut tidak hanya menjadi wewenang dindik semata. Mengingat masih banyak faktor lain yang mempengaruhi perilaku pergaulan bebas para pelajar tersebut. ''Kami sudah memberikan pengarahan serta aturan tertentu bagi pelajar yang kedapatan berbuat asusila. Tapi hal itu juga bukan semata taggung jawab kami,'' kilahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwikora mengatakan selain merupakan kewajiban para tenaga pendidik untuk mengarahkan para siswanya, lingkungan serta elemen masyarakat serta instansi lain juga terlibat dalam skema pemberantasan perilaku miring tersebut. ''Kalau sistemnya sudah terencana dan bisa saling mengisi,kami yakin pelajar itu tidak akan melanggar norma susila itu,'' terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dan lingkungan sang anak yang seharusnya lebih berperan memperhatikan perilaku sosial mereka. Karena kedua elemen itulah yang memiliki peran sangat penting terhadap tumbuh kembang perilaku generasi muda saat ini. ''Katakanlah kami sudah memberikan pantauan yang cukup bagi merka. Namun tidak ada tindak lanjut dari orang-orang terdekat mereka, terus kita mau berbuat apalagi. Tidak mungkin kalau kami harus memantau mereka sehari penuh,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal menurut dia, kondisi psikologi pelajar pada usia tersebut merupakan masa transisi. Jika tidak dikontrol serta diperhatikan akan sangat mudah bagi mereka untuk diarahkan ke hal-hal yang bersifat lebih positif. ''Memang seharusnya itu sudah diberlakukan saat mereka menginjak dewasa. Sehingga mereka bisa memilih mana yang baik dan tidak,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghimbau agar orang tua lebih memperhatikan perilaku anak di luar sekolah. Dwi mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan para kepala sekolah untuk memantau kehidupan sosial siswa mereka, saat berada di lingkungan sekolah. Karena bukan tidak mungkin peristiwa mesum di kafe terulang lagi. ''Kalau memang sudah melampaui batas, sudah seharusnya mereka menerima tindakan tegas dari sekolah. Jangan pandang bulu,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3916690384273678332?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3916690384273678332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/soal-pelajar-mesum-dinas-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3916690384273678332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3916690384273678332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/soal-pelajar-mesum-dinas-pendidikan.html' title='Soal Pelajar Mesum, Dinas Pendidikan Ponorogo Angkat Tangan'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2601675782260955475</id><published>2010-03-20T20:02:00.000+07:00</published><updated>2010-03-20T20:02:02.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Warga Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Temukan Batu Unik</title><content type='html'>Warga Desa Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo, digegerkan dengan temuan batu yang diduga memiliki nilai sejarah tinggi. Batu tersebut berada di dekat sendang yang menjadi sumber air bersih warga. Dari struktur dan penataannya, batu itu ditengarai peninggalan sejarah zaman purbakala. ''Bebatuan itu mirip dengan situs batu zaman megalitikum di Jawa Tengah,'' terang Anto, pemerhati budaya asal Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut alumnus Antropologi Universitas Udayana Bali itu, tatanan batu tersebut menyerupai punden berundak manusia purba, tempat tempak pemujaan dewa. Itu terlihat dari adanya batu yang mirip peti, batu tertata menyerupai tangga, dan batu besar dengan tulisan yang belum dikenali maksudnya. ''Perlu pemugaran dan penelitian untuk membuktikan benar-tidaknya situs itu,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan tersebut bermula saat Edy Purnomo, kepala desa setempat melihat batu besar dengan tulisan huruf tak dikenal. Setelah itu, dia bersama warga membongkar tanah di sekitarnya. Saat itulah ditemukan batu kotak menyerupai peti. Masih penasaran, warga menyingkap tanah yang menumpuk dengan menyemprot air. Dari situ, terlihat tatanan bebatuan yang menyerupai tangga. ''Kami yakin, kalau dipugar lagi pasti masih ada bagian dari struktur yang ada sekarang,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Gunardi menyatakan telah melihat secara langsung situs tersebut. Pihaknya juga berencana melaporkan hal itu ke Pemprov Jatim. Sehingga perlu dilakukan penelitian tentang ada tidaknya nilai historis bebatuan. ''Secepatnya kami laporkan agar segera dilakukan penelitian,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2601675782260955475?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2601675782260955475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/warga-pager-ukir-kecamatan-sampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2601675782260955475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2601675782260955475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/warga-pager-ukir-kecamatan-sampung.html' title='Warga Pager Ukir, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Temukan Batu Unik'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-9203196364193765983</id><published>2010-03-17T15:36:00.001+07:00</published><updated>2010-03-17T15:36:38.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Pelajar Ponorogo Mesum di salah satu Kafe Ponorogo</title><content type='html'>Sorotan kafe remang-remang di Ponorogo sebagai ajang mesum tidak salah. Buktinya, untuk kali kedua, jajaran Polsek Kota Ponorogo mendapati pasangan remaja tengah berbuat mesum di salah satu kafe Jalan MT Haryono, Kelurahan Mangkujayan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelajar yang tertangkap basah berbuat mesum itu Yun, 19, warga Desa Gandu Kepuh, Kecamatan Sukorejo. Sedang pasangan perempuannya yakni En, 19, warga Kelurahan Jingglong. Keduanya merupakan pelajar kelas XII sebuah SMK swasta di Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aparat mendatangi salah satu ruang di kafe itu, keduanya didapati sedang berpelukan. Tidak itu saja, celana kedua pasangan itu didapati sudah melorot. ''Kepada kami keduanya menyatakan tak berbuat apa-apa,'' terang Kapolres AKBP Lakoni Wiranegara dikonfirmasi melalui Kapolsek Kota AKP Tulus Hariyadi kemarin (16/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pasangan itu, aparat juga memergoki pasangan remaja yang baru saja keluar dari salah satu kamar di kafe kawasan Jeruk Sing. Saat diteliti di kamar remang-remang itu, aparat menemukan kondom bekas pakai. Pasangan Gus, warga Desa Sumoroto Kecamatan Kauman dan Mei, warga Kelurahan Kadipaten itu pun langsung diamankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pasangan mesum, razia malam itu juga menciduk empat pelajar. Dua di antaranya pelajar SMP, warga Kelurahan Keniten, yang sedang pesta minuman keras (miras). Mereka diamankan saat pesta miras di pintu stadion sebelah selatan. Sedang dua pelajar lainnya warga Desa Madusari, Kecamatan Siman, tertangkap tangan sedang pesta miras di Taman Kota dekat GOR Singodiemdjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pasangan mesum dan pelaku pesta miras langsung di bawa ke Mapolsekta Ponorogo. Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, akhirnya aparat memanggil para orang tua pelaku sebelum akhirnya diijinkan pulang. ''Tidak kami sidik, karena sifatnya pembinaan,'' tegas AKP Tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-9203196364193765983?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/9203196364193765983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/pelajar-ponorogo-mesum-di-salah-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/9203196364193765983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/9203196364193765983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/pelajar-ponorogo-mesum-di-salah-satu.html' title='Pelajar Ponorogo Mesum di salah satu Kafe Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-5299840933146997258</id><published>2010-03-15T17:45:00.002+07:00</published><updated>2010-03-15T17:45:36.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='profil'/><title type='text'>Didik dan Rosyid, anggota Mapala penyelamat Wanita di Tower Ponorogo</title><content type='html'>Aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan Siti, 40, warga Jakarta dengan memanjat tower, pertengahan pekan kemarin, benar-benar dramatis. Selain aksi nekat wanita yang patah hati itu, aksi aktivis mahasiswa pecinta alam (mapala) saat menyelamatkan pelaku itu tak kalah dramatis. Seperti apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RATUSAN orang berjubel di bawah tower salah satu operator komunikasi seluler di sebelah barat alun-alun Ponorogo. Hampir semua tatapan mereka mengarah ke puncak tower. Gelap malam semakin menambah warga mempertajam tatapan mereka pada sesosok wanita yang berbaring di atas ketinggian 70 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wanita itu turun pada ketinggin 40 meter, tiba-tiba seorang pria ikut naik. Pria yang bernama Rosyid itu memburu wanita yang juga ikut naik itu. Di bawahnya menyusul Didik tak kalah cekatan ikut memburu wanita itu. Pemandangan saling bergelayutan layaknya manusia laba-laba membuat warga yang melihatnya harap-harap cemas. ''Kami sengaja ngotot naik karena yakin wanita itu tak akan menjatuhkan dirinya,'' kata Didik, saat ditemui di Sekretariat Mapala Unmuh Ponorogo, kemarin siang (14/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yakin Siti tak akan menjatuhkan diri, maka kedua mahasiswa ini langsung menyiapkan alat bantu untuk menurunkannya. Di antaranya carnmantel (tali tubuh), carabiner (pengait), webbing (pengikat tubuh). Keyakinan Didik dan Rostid tak salah. Setelah berada di ketinggian 50 meter dia berhasil mendekati Siti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada pelaku percobaan bunuh diri itu, Didik menanyakan asal dan tujuannya. Sehingga terjadi komunikasi sebagai modal membujuk agar dia mau dibantu untuk diturunkan. ''Kalau ditanya kenapa mau bunuh diri biasanya dia langsung marah dan tak mau diajak komunikasi,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil membujuk pelaku, Didik dan Rosyid langsung memasang peralatan untuk menurunkan pelaku. Lantaran sudah hampir lima tahun bergelut dengan panjat tebing, proses penurunan wanita yang mengaku korban putus cinta itu berjalan lancar dan mudah. ''Kalau sudah mau diturunkan itu hal mudah, yang sulit itu mengawali prosesnya,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Rosyid. Menurutnya, melihat pelaku yang sudah berdiri di atas tower sekitar dua jam dia mulai waswas. Sebab, dalam kondisi dingin pada ketinggian tersebut membuat daya tahan tubuhnya menurun. Sehingga jika tidak segera ditolong, rawan jatuh. ''Sebenarnya setelah dua jam itu secepatnya kami naik memberikan pertolongan. Namun karena aparat kepolisian belum mengijinkan akhirnya ya waswas saja,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah menunggu 2,5 jam, Kapolres Ponorogo AKBP Lakoni Wiranegara turun langsung ke lapangan memberikan izin keduanya naik memberikan pertolongan. Langsung saja keduanya mempersiapkan peralatan dan naik. ''Izin dari kapolres itu memberikan kami semangat dan motivasi,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituturkan, proses evakuasi seperti itu bukanlah kali pertama dilakukan. Sebelumnya, dia berulangkali diminta aparat kepolisian membantu proses evakuasi. Khususnya pada medan ketinggian atau yang membutuhkan keahlian tali-temali. Seperti evakuasi mayat di puncak gunung Liman. Termasuk saat evakuasi korban bunuh diri di sumur bekas kodim di selatan alun-alun. ''Meski capek tapi bangga, karena bermanfaat bagi orang lain,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-5299840933146997258?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/5299840933146997258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/didik-dan-rosyid-anggota-mapala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5299840933146997258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5299840933146997258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/didik-dan-rosyid-anggota-mapala.html' title='Didik dan Rosyid, anggota Mapala penyelamat Wanita di Tower Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2514479822881181577</id><published>2010-03-12T19:44:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T19:44:22.345+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Kondisi SDN Plosojenar Ponorogo, Memprihatinkan</title><content type='html'>Gencarnya promosi pendidikan yang digembar-gemborkan &lt;b&gt;Pemkab Ponorogo&lt;/b&gt; tampaknya bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Buktinya, masih banyak bangunan fisik sekolah yang memprihatinkan. Salah satunya &lt;b&gt;SDN 2 Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibangun tahun 1981, gedung tersebut belum pernah tersentuh rehabilitasi. Akibatnya, banyak bagian bangunan yang rusak. Seperti tembok retak, kuda-kuda patah dan plafon compang-camping. ''Berulang kali pihak sekolah mengajukan permohonan tapi belum pernah direalisasikan,'' terang Rodjikan, salah satu guru setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, siswa menjadi kurang nyaman saat belajar. Khususnya, saat musim penghujan seperti saat ini. Sebab banyak air yang masuk ke ruang belajar. ''Pernah semua buku siswa basah karena atap bocor,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi tak jauh memprihatinkan juga terjadi di ruang guru. Beberapa bagian tembok retak. Selain itu, banyak kuda-kuda yang patah sehingga harus di-congkok dengan bambu. ''Kalau hujan angin, para guru tidak berani menempati ruangan karena takut runtuh,'' kata Iriani, guru lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sekolah berharap pemkab melalui dinas pendidikan turun tangan melakukan perbaikan gedung. Jika kondisi itu dibiarkan, dikhawatirkan mempengaruhi semangat belajar siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2514479822881181577?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2514479822881181577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/kondisi-sdn-plosojenar-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2514479822881181577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2514479822881181577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/kondisi-sdn-plosojenar-ponorogo.html' title='Kondisi SDN Plosojenar Ponorogo, Memprihatinkan'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3541426393431192347</id><published>2010-03-12T19:11:00.000+07:00</published><updated>2010-03-12T19:11:04.118+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Penyidikan Korupsi APBD di Ponorogo, Rampung</title><content type='html'>Janji &lt;b&gt;Polres Ponorogo&lt;/b&gt; menuntaskan penyidikan dugaan korupsi APBD setempat terpenuhi. Buktinya, tim penyidik telah menyelesaikan berkas acara pemeriksaan (BAP) empat tersangka korupsi di pos DPRD itu. ''Sebenarnya penyidikan sudah dimulai tim &lt;b&gt;Polwil Ponorogo&lt;/b&gt;. Kami hanya menindaklanjuti saja dan sekarang sudah lengkap,'' terang Kapolres AKBP Lakoni Wiranegara melalui Kasat Reskrim AKP Suhono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekan depan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas tersebut ke kejaksaan negeri (kejari) setempat. Jika berkas sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, pihaknya langsung menindaklajutinya dengan penyerahan barang bukti beserta para tersangka. ''Semua sudah kami siapkan dan tinggal melimpahkan saja,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini, polres hanya akan melimpahkan empat berkas tersangka dari unsur pimpinan DPRD. Yakni Suhardo (mantan ketua), Herman Tjokroprawiro, Juneidi Sukarta dan Murdjoko (masing-masing mantan wakil ketua). ''Sementara  berkas pimpinan saja, yang lain (anggota, red.) nanti menyusul,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhono mengatakan juga akan memeriksa semua mantan anggota &lt;b&gt;DPRD Ponorogo&lt;/b&gt; periode 1999-2004. Langkah tersebut diambil untuk melengkapi BAP Polwil lainnya. Mencari bukti ada tidaknya unsur pidana yang dilakukan selain empat tersangka. ''Kalau memang unsur pidana terpenuhi ya akan kami lanjutkan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus dugaan &lt;b&gt;korupsi APBD Ponorogo&lt;/b&gt; itu telah dilaporkan sejak tahun 2007 lalu. Atau hampir bersamaan dengan dugaan korupsi APBD &lt;b&gt;Pemkot Madiun&lt;/b&gt; yang kini proses persidangannya telah bergulir. Selain menetapkan empat tersangka, tim penyidik juga telah memintai keterangan seluruh mantan anggota dewan periode 1999-2004. Dugaan korupsi itu muncul lantaran ada beberapa pos anggaran yang diduga menyalahi aturan. Seperti tunjangan kesehatan, uang purna bhakti, perjalanan dinas dan biaya telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3541426393431192347?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3541426393431192347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/penyidikan-korupsi-apbd-di-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3541426393431192347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3541426393431192347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/penyidikan-korupsi-apbd-di-ponorogo.html' title='Penyidikan Korupsi APBD di Ponorogo, Rampung'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-7249596045320919917</id><published>2010-03-11T20:27:00.001+07:00</published><updated>2010-03-11T20:27:51.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Pungli di Dinas Pendidikan Ponorogo Marak</title><content type='html'>Puluhan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Ponorogo yang tergabung dalam forum lintas pelaku (FLP) menggeruduk gedung DPRD Ponorogo. Mereka mengadukan banyaknya pungutan liar (pungli) di lingkup dinas pendidikan (dindik) setempat. ''Sudah bertahun-tahun pungli itu ada namun dinas sepertinya tutup mata,'' terang Damanhuri, koordinator FLP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, ada beberapa modus pungli yang sering dilakukan oknum dindik. Seperti saat pelaksanaan progam dana alokasi khusus (DAK). Setiap pencairan dana baik progam fisik maupun peningkatan mutu selalu dikenakan pungli. Besarnya sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta persekolah. ''Dari penyelidikan kami, pelaklu adalah oknum dindik juga,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya DAK, pungli juga kerap terjadi saat penerimaan siswa baru. Dengan berbagai dalih, sekolah mengenakan tarikan yang tidak memiliki dasar hukum. Hal yang sama juga terjadi saat jelang ujian. Baik ujian semester maupun ujian akhir. ''Operasional sekolah itu kan sudah ditanggung BOS, tapi kenapa masih banyak tarikan,'' protesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Heru, ketua LSM Amarta. Selain maraknya pungli, Heru juga menyoroti mandulnya beberapa lembaga yang berkecimpung di pendidikan. Seperti dewan pendidikan dan komite sekolah. Selama ini komite sekolah hanya berperan sebagai legalitas bagi sekolah untuk menarik biaya tambahan kepada siswa. ''Dewan pendidikan itu juga perannya sangat dipertanyakan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dwikora Meinanda membantah tudingan tersebut. Menurutnya, selama ini pelaksanaan DAK berjalan secara transparan. Tidak ada potongan apalagi disebut pungli. Dwikora juga membantah adanya pungli saat PSB dan ujian. ''Tidak ada kebijakan dinas untuk melakukan itu. kalaupun toh ada oknum, pasti akan kami tindak tegas jika memang terbukti,'' janjinya di hadapan LSM dan dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Ketua Komisi D DPRD Burhadunidin mengaku akan mendalami pengaduan FLP. Pihaknya juga meminta dindik proaktif melakukan pengawasan terhadap berbagai progam pendidikan. ''Sikap kritis LSM itu harus dihargai sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan. Makanya dinas juga harus evaluasi diri,'' ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-7249596045320919917?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/7249596045320919917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/pungli-di-dinas-pendidikan-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/7249596045320919917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/7249596045320919917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/pungli-di-dinas-pendidikan-ponorogo.html' title='Pungli di Dinas Pendidikan Ponorogo Marak'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3964579911589588960</id><published>2010-03-11T20:17:00.002+07:00</published><updated>2010-03-11T20:17:36.110+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Perjalanan Dinas Tidak Rasional, Gubernur Jatim Minta APBD Direvisi</title><content type='html'>Gubernur Jawa Timur Soekarwo tidak hanya menolak pos anggaran untuk legislatif di Ponorogo. Beberapa pos anggaran eksekutif juga ditolak dan harus direvisi. Salah satunya, biaya perjalaan dinas pejabat. Baik bupati, wakil bupati, maupun pejabat eselon II dan III.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasar evaluasi gubernur, anggaran perjalanan dinas pejabat itu dinilai tidak rasional. Terlalu besar dan terlalu banyak. Sehingga menyedot anggaran yang harusnya bisa dialokasikan ke pos lainnya. ''Pos perjalanan dinas itu dibolehkan, cuma harus direvisi besarannya,'' terang Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, revisi pos anggaran merupakan hal biasa dalam APBD. Tidak hanya di Ponorogo, tapi juga hampir semua daerah di Jawa Timur. Sebab, evaluasi yang dilanjutkan revisi merupakan upaya preventif dalam mencegah kesalahan anggaran. ''Ya kalau dikembalikan ya direvisi. Setelah itu diajukan lagi,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain anggaran perjalanan dinas, orang nomor satu di Pemkab Ponorogo itu mengaku banyak pos lain yang harus dievaluasi. Hanya, dari catatan gubernur tidak ada hal yang salah secara prinsip. Catatan itu hanya ditujukan agar ditinjau ulang demi azas kemanfaatan. ''Catatannya hal kecil dan ringan saja, tidak ada yang prinsip,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut disampaikan Muhadi usai menemui aktivis LSM Laskar Wengker (Lawe) yang menggelar demonstrasi, Rabu (27/1). LSM Lawe menuntut pemkab meninjau ulang pemberian tunjangan bagi BPD. Sebaliknya, Lawe minta pemkab memberikan tunjangan kepada ketua RT dan RW. ''RT dan RW itu justru lebih berperan dalam masyarakat dari pada BPD,'' ujar Sunardi, ketua LSM Wengker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas tuntutan itu, Muhadi menyatakan pemberian tunjangan RT dan RW merupakan kewenangan pemerintah desa. Sebab, pihaknya telah menganggarkan Alokasi Dana Desa. Terkait tunjangan BPD, Muhadi menyatakna hal itu sudah sesuai aturan. Selain ke bupati, LSM Wengker juga menggelar aksi di depan gedung DRPD setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3964579911589588960?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3964579911589588960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/perjalanan-dinas-tidak-rasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3964579911589588960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3964579911589588960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/perjalanan-dinas-tidak-rasional.html' title='Perjalanan Dinas Tidak Rasional, Gubernur Jatim Minta APBD Direvisi'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-4549373298211688582</id><published>2010-03-07T12:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-07T12:07:05.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Terminal Seloaji Ponorogo, Rusak Parah</title><content type='html'>Kondisi terminal bus Seloaji Ponorogo membuat kalangan dewan setempat gerah. Mereka menilai, kerusakan yang cukup parah itu membuktikan lemahnya kinerja dinas terkait, khususnya dinas perhubungan (dinhub). ''Kondisi itu tak bisa dibiarkan begitu saja, harus segera diperbaiki,'' terang Sunarto, anggota Komisi B DPRD, kemarin (5/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sunarto, perbaikan sarana dan prasarana terminal harus menjadi skala prioritas bagi pemkab. Lantaran pembangunan itu tidak hanya menjadi kewenangan dinhub, pihaknya mendesak agar seluruh satker yang terlihat segera turun tangan. ''Terminal itu merupakan salah satu fasilitas yang bisa langsung dirasakan masyarakat, makanya harus jadi superprioritas,'' tandas anggota dewan dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Agus Dermawan, ketua komisi yang membidangi perekonomian itu. Menurutnya, selain perbaikan sarana, dishub juga harus bertindak tegas melakukan penertiban. Baik bus yang sering menurunkan penumpang di luar terminal maupun tukang ojek. Menurutnya, penertiban itu akan berdampak besar terhadap kegiatan ekonomi di terminal. ''Bukan hanya persoalan pedagang kios, tapi juga pendapatan asli adaerah,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut terungkap saat rapat kerja komisi B dengan dinhub kemarin. Dalam rapat di runag komisi itu, dewan membeber berbagai temuan tentang karut marut pengelolaan terminal. Seperti keluhan para pedagang, sopir bus, hingga tukang ojek yang biasa mangkal di dalam terminal. ''Kami minta dishub segera mencarikan solusi atas persoalan itu,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Kepala Dishub Siswantop mengaku akan segera melakukan perbaikan sarana danprasarana. Hanya saja,perbaikanitu dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan berbagai satker. Seperti dinas pekerjaan umum. ''Secepatnya kami koordinasikan agar segera ada perbaikan,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait penertiban bus dan ojek yang melanggar, Siswanto mengaku akan bekerjasama dengan Polres Ponorogo. Hal itu telah dikomunikasikan dengan Kapolres AKBP Lakoni Wiranegara. ''Semua akan ditata agar menjadi lebih baik,'' janjinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-4549373298211688582?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/4549373298211688582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/terminal-seloaji-ponorogo-rusak-parah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/4549373298211688582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/4549373298211688582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/terminal-seloaji-ponorogo-rusak-parah.html' title='Terminal Seloaji Ponorogo, Rusak Parah'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-7939201348688464300</id><published>2010-03-06T05:55:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T05:55:05.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Siswa TK di Ponorogo, Kunjungi Bank</title><content type='html'>Gerakan menabung yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai merambah Ponorogo. Puluhan murid salah satu taman kanak-kanak (TK) di Kota Reyog kemarin (4/3) ramai-ramai mendatangi Bank BNI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ingin mengetahui secara langsung tentang dunia perbankan. Khususnya, tata cara menabung. Meski terkesan seenaknya, para murid itu tampak serius ketika petugas bank menjelaskan rekening. ''Untuk menabung adik-adik harus punya rekening,'' kata Wawan, salah satu petugas bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan tersebut tampaknya tidak mudah dipahami anak-anak TK itu. Banyak dari mereka yang bertanya tentang rekening. Apa bentuknya dan bagaimana cara membuatnya. ''Kalau ayah sudah punya rekening, kalau saya belum,'' ujar Yunita, salah satu siswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertanyaan menggelitik yang dilontarkan para siswa kepada petugas. Salah satunya tentang cara menghitung uang yang cukup banyak. Tak ingin mengecewakan bocah-bocah imut itu, petugas lantas mengambilkan salah satu mesin penghitung uang. Setelah diberi penjelasan, mereka diberi kesempatan untuk menghitung langsung ratusan lembar uang ribuan. ''Kalau dengan mesin itu mudah dan cepat,'' tambah Yunita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-7939201348688464300?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/7939201348688464300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/siswa-tk-di-ponorogo-kunjungi-bank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/7939201348688464300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/7939201348688464300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/siswa-tk-di-ponorogo-kunjungi-bank.html' title='Siswa TK di Ponorogo, Kunjungi Bank'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-3117231798074668447</id><published>2010-03-04T21:45:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T21:45:38.414+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>DPRD Ponorogo melawan Bupati Ponorogo</title><content type='html'>Pengisian Sekretaris DPRD (Sekwan) Ponorogo kembali memanas. Kalangan dewan satu suara memberikan "perlawanan" kebijakan Bupati H Muhadi Suyono. Perlawanan itu dibuktikan dengan menolak lima kandidat sekwan yang diusulkan bupati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, dewan justru ngotot memilih Sukarni sebagai satu-satunya sekwan yang disetujui dewan. ''Setelah kami kaji, ternyata keputusan DPRD nomor 6 tanggal 17 Juli 2009 sudah benar dan harus dikuatkan. Tidak ada pembatalan,'' tegas Marjuki, wakil ketua DPRD setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sikap itu, berarti DPRD menyetujui Sukarni sebagai sekwan. Keputusan tersebut ditetapkan DPRD dalam rapat paripurna kemarin. Seluruh fraksi sepakat menyetujui Sukarni sebagai satu-satunya calon sekwan yang harus diusulkan bupati ke gubernur. ''Dari hasil koordinasi kami ke biro hukum pemprov dan mendagri, yang namanya persetujuan ya satu nama. Bukan tiga nama seperti yang diminta bupati,'' tegas anggota dewan dari Partai Demokrat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada ditegaskan Rahmat Taufik, ketua Fraksi Golkar DPRD setempat. Menurutnya, tidak ada alasan bagi bupati menolak dan mengabaikan keputusan DPRD. Sebab, dalam tatib DPRD dijelaskan bahwa sekwan diangkat melalui persetujuan dewan. ''Kalau tidak menyetujui keputusan dewan, maka sama saja bupati melecehkan lembaga DPRD,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, yang dilakukan bupati adalah mengusulkan nama Sukarni ke gubernur. Dalam pengusulan itu, bupati harus menyertakan minimal dua nama yang memenuhi syarat. Sedang keputusan DPRD itu disertakan sebagai bahan pertimbangan gubernur dalam mengambil kebijakan. ''Sekali lagi, yang namanya menyetujui hanya satu. Soal pengusulan ke gubernur harus tiga nama itu kan persoalan administrasi yang saya kira bupati sudah mahfum soal itu,'' kata Taufik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader muda Golkar itu juga mendesak bupati secepatnya menyelesaikan persoalan sekwan itu. Bahkan, pihaknya memberi deadline 10 hari agar orang nomor satu di pemkab itu merampungkan pengisian sekwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, bupati Muhadi mengirimkan lima nama calon sekwan. Mereka adalah Heru Purwanto, Sukarni, Widi Wahyu Atmaja, Supangar dan Syachroni. Bupati berharap, rapat paripurna dewan bisa menyaring tiga nama yang akan diusulkan ke gubernur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JPNN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-3117231798074668447?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/3117231798074668447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/dprd-ponorogo-melawan-bupati-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3117231798074668447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/3117231798074668447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/dprd-ponorogo-melawan-bupati-ponorogo.html' title='DPRD Ponorogo melawan Bupati Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2656053899011856953</id><published>2010-03-04T21:42:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T21:42:20.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Ratusan Hektare Padi di Ponorogo, terancam gagal panen</title><content type='html'>Petani lima kecamatan di Ponorogo dipastikan gagal panen. Pasalnya, tanaman padi mereka rusak parah dan mati. Bahkan, tak sedikit yang terpaksa membabat habis tanaman padi mereka. ''Daripada kering tak bisa dimanfaatkan lebih baik dibabat untuk pakan ternak,'' terang Boimin, petani Desa Menggare, Slahung, kemarin (22/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman padi yang dibabat berusia sekitar dua bulan. Jika normal, saat ini sudah mulai muncul bulir padinya. Namun yang tampak justru mengering. Bahkan sebagian sudah mati. ''Kami tidak tahu penyakit apa yang menyebabkan seperti itu. Yang pasti mulai usia dua minggu tanaman sudah tidak sehat,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Salim, 56, petani lainnya. Dijelaskan, awalnya hanya menguning di bagian daun. Lama-lama mengering. Setelah dicabut, akar padi juga membusuk. ''Menguningnya daun itu sepertinya disebabkan jamur yang menempel, tapi jenisnya apa kami tidak tahu,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat serangan penyakit itu, Salim mengaku merugi jutaan rupiah. Sebab tanaman padi tersebut dipastikan tidak bisa panen. Sedang mereka telah mengeluarkan biaya tanam dan pengolahan lahan yang cukup banyak. Untuk satu hektare, Salim mengaku merugi sekitar Rp 8 juta. Itu terdiri dari biaya pengolahan lahan, bibit, pupuk dan tenaga kerja. ''Daripada lihat tanaman tambah pedih ya lebih baik dibabat saja, segera ditanami lagi,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyedihkan, meski para petani telah melaporkan kejadian itu ke dinas pertanian (disperta) setempat namun tak juga ada tanggapan. Belum ada sekali pun petugas penyuluh pertanian yang turun sekadar melihat kondisi tersebut. ''Kelompok tani sudah melapor tiga kali tapi tak ada respon,'' kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut Agus Mustofa Latief, anggota komisi B DPRD setempat, kondisi tersebut tak hanya terjadi di Slahung. Tapi juga di lima kecamatan lainnya. Seperti Kecamatan Mlarak, Sawoo, Balong, Bungkal dan Siman. ''Kami sudah menerima laporan dari enam kecamatan. Untuk itu kami berharap dinas segera turun tangan biar petani tidak cemas,'' pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya tanaman padi yang puso tersebut juga dibenarkan disperta. Menurut Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Nur Nahudi dari pendataan dinasnya terdapat sekitar 145 hektare lahan padi yang rusak. Itu tersebar di Kecamatan Mlarak, Slahung, Bungkal, Balong, Siman dan Sawoo. ''Kami sudah turun dan melakukan pendataan,'' terangnya kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, rusaknya tanaman tersebut dipengaruhi badai elnino. Sehingga, menyebabkan curah hujan tidak stabil. Pada daerah-daerah tertentu, ketidakstabilan curah hujan menyebabkan tumbuhnya jamur. ''Yang terserang penyakit itu hanya daerah pinggiran saja yang kurang air,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, matinya tanaman padi murni disebabkan jamur jenis blas. Dari penelitian disperta, hampir semua tanaman padi yang terserang jamur itu merupakan varietas ciherang. ''Ciherang itu tahan hama tapi tidak tahan pada jamur. Akhirnya seperti itu,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski faktor dominan yang menyebabkan tanaman padi adalah cuaca, namun pihaknya tengah menerjunkan tim khusus yang akan melakukan penelitian tentang langkah antisipasi atau pemberantasan jamur blas. ''Memang hingga saat ini belum ditemukan formula mengatasi jamuritu, tapi akan berusaha maksimal,'' tegasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2656053899011856953?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2656053899011856953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/ratusan-hektare-padi-di-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2656053899011856953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2656053899011856953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/03/ratusan-hektare-padi-di-ponorogo.html' title='Ratusan Hektare Padi di Ponorogo, terancam gagal panen'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-1774476836490430229</id><published>2010-02-27T17:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-27T17:55:21.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desa Jurug'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kecamatan Sooko'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Jembatan Amrol, Sooko-Pudak Putus</title><content type='html'>Bencana banjir kembali membawa korban. Sebuah jembatan di Desa Jurug, Kecamatan Sooko, putus. Akibatnya, jalur lalu lintas yang menghubungkan kecamatan Sooko dan Pudak putus total. ''Karena tak bisa dilewati, ya terpaksa dialihkan,'' terang Kepala Desa Jurug Danang Prihantoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, putusnya jembatan selebar delapan meter itu disebabkan pondasi jembatan retak diterjang banjir Kamis malam. Akibatnya badan jembatan bergeser hingga akhirnya roboh. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Hanya, seluruh kendaraan tak lagi bisa melintasi jembatan tersebut. ''Malam itu juga kami langsung memasang tanda penutupan jembatan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jembatan putus, kini arus lalu lintas dari Sooko ke Pudak atau sebaliknya harus diputar melalui Desa Puru. Dengan jalur baru itu, warga harus memutar sekitar lima kilometer dari jalaur semula. ''Memang agak jauh, tapi karena jalan yang bisa dilalui itu ya harus ditempuh,'' tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danang berharap pemkab segera turun tangan mengatasi persoalan itu. Sebab jembatan Jurug merupakan akses satu-satunya yang menghubungkan Sooko-Pudak dengan jarak yang lebih cepat. Selain jembatan Jurug, banjir juga menghancurkan dam Blimbing di Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dam itu kondisinya kian parah lantaran tiap hari diterjang banjir. Air menggerogoti badan bendungan sehingga merusak puluhan hektare ladang pertanian warga. ''Kalau kondisi seperti terus dibiarkan, bisa jadi akan terjadi kerusakan lahan yang makin luas. Sebab musim hujan masih cukup panjang,'' kata Hadi Cahyono, warga setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan, rusaknya dam tersebut telah membawa korban nyata bagi warga yang tinggal di pinggir kali. Yakni adanya erosi yang menyebabkan warga terpaksa membongkar rumahnya sendiri secara swadaya. ''Kami minta sekali-kali orang pemkab turun ke daerah melihat kondisi yang sebenarnya. Biar tahu persoalan yang mengancam warga disini,'' pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-1774476836490430229?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/1774476836490430229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/jembatan-amrol-sooko-pudak-putus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/1774476836490430229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/1774476836490430229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/jembatan-amrol-sooko-pudak-putus.html' title='Jembatan Amrol, Sooko-Pudak Putus'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-1667983758244323024</id><published>2010-02-13T17:10:00.002+07:00</published><updated>2010-02-13T17:10:21.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Jembatan Putus, Pemkab Ponorogo Tutup Mata</title><content type='html'>Kondisi sarana dan prasaran umum pedesaan di Ponorogo benar-benar memprihatinkan. Di desa Purworejo dan Tatung, Kecamatan Balong, misalnya. Tiga jembatan di atas kali yang melintasi desa itu putus. Kondisi itu terjadi sejak dua tahun lalu. Ironisnya, pemkab terkesan tutup mata. ''Kalau memang punya niat membangun, harusnya ya sudah dibangun. Tidak dibiarkan seperti itu,'' terang Suparti, warga Tatung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan di lokasi, setidaknya ada dua jembatan yang menghubungkan antardusun putus. Selain itu, ada beberapa jembatan yang pondasinya patah dan anjlok. Sehingga badan jembatan melengkung. Seperti jembatan yang menghubungkan Dusun Budiman dengan Tatung Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kondisnya rusak parah, warga terpaksa melintasinya. Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, warga setempat berinisiatif menyambungnya dengan sesek. ''Kalau hujan ya tidak berani lewat karena takut ambrol. Dan kami terpaksa memutar sekitar tiga kilometer,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Sunarti dan warga lain berharap pemkab turun tangan. Meski jembatan itu hanya menghubungkan antardusun, namun sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, banyak aktivitas warga yang hanya bisa melewati jembatan itu. ''Kalau bisa bupati jangan hanya membangun kota. Tapi desa seperti ini juga harus diperhatikan,'' keluhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-1667983758244323024?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/1667983758244323024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/jembatan-putus-pemkab-ponorogo-tutup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/1667983758244323024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/1667983758244323024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/jembatan-putus-pemkab-ponorogo-tutup.html' title='Jembatan Putus, Pemkab Ponorogo Tutup Mata'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-5276972464382279005</id><published>2010-02-08T19:50:00.001+07:00</published><updated>2010-02-08T19:50:39.076+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni tari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penari di ponorogo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Penari Cilik di Ponorogo, Ikuti Sertifikasi</title><content type='html'>Uji kelulusan atau sertifikasi tak hanya dilakukan lembaga formal. Paguyuban seni juga bisa mengeluarkan sertifikasi itu. Tentu saja, disesuaikan dengan kompetensi para seniman. Seperti salah satu paguyuban seni di Ponorogo yang mengeluarkan sertifikasi seniman tari. ''Hanya yang mampu dan layak saja bisa mendapat sertifikasi itu,'' terang Bambang Wibisono, ketua paguyuban seni itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan guru yang mendapat tunjangan profesi setelah lolos sertifikasi, bagi seniman tari itu tak ada keuntungan materi apa pun yang diperoleh. Hanya, sertifikasi itu sebagai bukti otentik atas kemampuan mereka. ''Bagi kami sebagai pelatih, sertifikasi itu sebagai bukti nyata kepad orang tua kalau mereka sudah bisa menari,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, Bambang mengakui seniman tari cilik yang dinyatakan lolos bisa terjun ke dunia tari amatir. Baik sebagai seniman tari maupun pelatih tari. Seperti yang dilakukan beberapa senior mereka. ''Ada yang menjadi guru tari di Surabaya meski dia masih menjadi mahasiswi,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa  kriteria yang ditetapkan dalam proses sertifikasi. Yakni wiraga, wirasa, dan wirama. Wiraga berarti keindahan dan keserasian gerak tari. Wirasa merupakan penilaian tentang pemahaman kejiwaan yang tertuang dalam gerak tari. Wirama berarti kemampuan penari dalam menyelaraskan gerakan dan musik tarian. ''Ketiga kriteria itu sudah memenuhi standar. Jika tidak memenuhi, maka peserta tak bisa mendapat sertifkat,'' ujar Wida Eswanti, salah satu dewan juri yang khusus di datangkan dari Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-5276972464382279005?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/5276972464382279005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/penari-cilik-di-ponorogo-ikuti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5276972464382279005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5276972464382279005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/penari-cilik-di-ponorogo-ikuti.html' title='Penari Cilik di Ponorogo, Ikuti Sertifikasi'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-8885814864148117420</id><published>2010-02-04T18:12:00.001+07:00</published><updated>2010-02-04T18:13:27.919+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru di Ponorogo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>GTT Depag di Ponorogo, Dipungli</title><content type='html'>Pungutan liar (pungli) diduga masih terjadi dilingkup Kantor Departemen Agama (Kandepag) Ponorogo. Lima guru honorer depag kemarin (3/2) mengadukan masalah ini ke Komisi B DPRD setempat. Mereka mengaku menjadi korban pungli saat pembayaran insentif GTT tahun 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Har, salah satu guru, kepada wakil rakyat menyatakan pungli itu dilakukan pertengahan Januari lalu. Saat itu, seluruh guru honorer depag menerima insentif tahun 2009. Besarnya Rp 1,5 juta untuk setiap GTT. Namun, oleh oknum kandepag berinisial A dan B insentif hanya dibayarkan Rp 1,1 juta. ''Tanpa alasan yang jelas, insentif itu langsung dipotong begitu saja,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Har, besarnya potongan bervariasi. Yakni, antara Rp 450 ribu hingga Rp 750 ribu. Para guru itu mengaku sangat keberatan dengan potongan tersebut. Sebab, insentif itu merupakan pendapatan utama GTT selain dari sekolah tempatnya mengajar. ''Yang jelas kami sangat kecewa, masak langsung dipotong tanpa alasan yang jelas,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dibenarkan Sunarto, anggota Komisi B DPRD setempat. Dikatakan, laporan pungli di depag tak hanya terjadi kemarin. Sebelumnya pihaknya juga sering menerima pengaduan serupa. ''Kami juga heran, sebagai lembaga vertikal kok justru tidak transparan seperti itu,'' kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Kandepag Ponorogo Susiawan membantah keras tudingan pungli itu. Menurutnya, insentif GTT telah dibayarkan secara utuh Rp 1,5 juta. ''Tidak ada kebijakan pemotongan sama sekali, apalagi dikatakan pungli,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Susiawan tak membantah kemungkinan adanya oknum depag yang melakukan aksi nakal itu. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kroscek ke lapangan. Yakni menyelidiki staf bagian pembayaran gaji dan insentif. Jika terbukti ada oknum yang melakukan pungli, dia berjanji akan menindak tegas oknum itu. ''Karena itu pelanggaran, maka sudah pasti akan dikenakan sanksi,'' pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-8885814864148117420?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/8885814864148117420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/gtt-depag-di-ponorogo-dipungli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8885814864148117420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8885814864148117420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/gtt-depag-di-ponorogo-dipungli.html' title='GTT Depag di Ponorogo, Dipungli'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-5570993520793255730</id><published>2010-02-04T05:51:00.001+07:00</published><updated>2010-02-04T05:51:30.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Pemkab Ponorogo Siap Tarik Aset</title><content type='html'>Tak ingin aset pemkab lenyap dibawa pejabat purna tugas, Bupati Ponorogo H Muhadi Suyono langsung mengambil sikap. Orang nomor satu di pemkab setempat itu membentuk tim khusus untuk menarik aset yang nyanthol. Di antaranya 42 motor dinas (motdin) anggota DPRD periode 2004-2009. ''Karena itu aset ya harus kembali ke pemkab,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim khusus itu punya dua tugas khusus. Pertama mengidentifikasi semua aset pemkab yang dibawa perseorangan. Baik mantan anggota dewan maupun mantan pejabat pemkab. Identifikasi meliputi siapa pemegang hak pakai dan di mana keberadaan motdin. ''Jika identifikasi sudah lengkap, tim langsung melakukan penarikan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhadi juga mengaku banyak motdin dan mobil dinas (mobdin) yang saat ini dibawa orang yang tidak berhak memakainya. Seperti mantan anggota dewan, mantan pejabat dan juga keluarga mantan pejabat. ''Secepatnya semua aset itu akan kami tarik baik motdin maupun mobdin,'' tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, langkah bupati tersebut masih disanksikan kalangan dewan. Menurut Sutyas Hadi Riyanto, pihaknya tidak yakin bupati berani mengambil sikap itu. Alasannya, masih banyak mobdin pejabat yang sudah pensiun tapi masih dibawa keluarganya. Itu terjadi sudah lebih dari tiga tahun lalu. ''Kalau bupati benar-benar komitmen, kami dewan lama siap saja mengembalikan motdin itu,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, memang ada kesengajaan kalangan dewan untuk sementara tidak mengembalikan motdin. Itu dilakukan untuk menguji komitmen bupati dalam menarik aset daerah. ''Motdin dewan itu berapa sih nilainya. Beda jauh dengan mobdin yang dibawa mantan pejabat yang dibiarkan begitu saja,'' kritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, pihaknya mendesak bupati konsisten terhadap janjinya. Jika semua mobdin pejabat sudah ditarik, maka pihaknya juga berjanji akan menyerahkan motdin itu secara sukarela. ''Tidak perlu ditarik jika mobdin yang nilainya lebih besar itu dikembalikan, kami pasti mengembalikan motdin,'' pungkasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-5570993520793255730?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/5570993520793255730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/pemkab-ponorogo-siap-tarik-aset.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5570993520793255730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/5570993520793255730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/pemkab-ponorogo-siap-tarik-aset.html' title='Pemkab Ponorogo Siap Tarik Aset'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-8203851350140735685</id><published>2010-02-01T21:49:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T21:49:57.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perajin Kulit di Ponorogo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Pasar Bebas Pukul Perajin Kulit di Ponorogo</title><content type='html'>Kebijakan pemerintah terkait dengan adanya pasar bebas sangat dirasakan oleh pengusaha lokal. Diantaranya Miskan, 55, salah seorang perajin kulit dari Desa Nambangan, Kecamatan Sukorejo, yang mengeluh pailit. ''Sebelum ada pasar bebas saja kami sudah kesulitan pasar, apalagi kalau sudah diserbu barang luar produk kita pasti kalah. Karena buatan pabrik harga mereka lebih miring,'' terang Miskan, kemarin (31/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibukanya pasar bebas, berarti barang luar negeri seperti produk China akan beredar bebas di pasaran. Tentunya dengan harga yang lebih murah. Kondisi  itu akan memperburuk situasi pasar barang lokal khususnya bagi para pengrajin rumahan (home industry). Karena mereka hanya memproduksi barang dengan modal yang sangat terbatas. ''Kalau dari segi kuantitas kami jelas kalah dibanding produksi pabrik. Tapi jika bicara kualitas kami masih berani bersaing,'' kata pria yang saat ini berkonsentrasi di kerajinan tas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum pasar bebas ini diberlakukan, Miskan mengaku jika usaha kerajinannya itu sudah mulai redup. Hal itu disebabkan oleh minimnya modal serta minat para pelanggan barang hasil kerajinannya, yakni berupa sepatu serta ikat pinggang berbahan kulit. ''Jadi beberapa tahun terakhir saya beralih jenis produksi, dan jarang lagi membuat sepatu itu,'' terang bapak empat orang anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelumnya Miskan mampu memproduksi sekitar dua ratus hingga tiga ratus pasang sepatu, kini dirinya hanya memproduksi beberapa puluh pasang saja. Dan hanya memproduksi jika ada pesanan dari pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga untuk tetap agar bisa eksis di dunianya itu, Miskan beralih menjadi pengrajin tas dan topi kulit. Uniknya bukan tas yang  kebanyakan digunkan oleh kaum hawa, namun dirinya membuat tas asesoris sepeda ontel. ''Selain harus bisa menjaga kualitas produk, kita juga dituntut harus bias jeli dengan kondisi pasar,'' terang Miskan yang memperoleh keahliannya itu saat belajar secara otodidak di Jogjakarta tahun 1970an silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miskan mengatakan dirinya mulai melirik model  lain itu, karena sejak empat tahun terakhir muncul trend komunitas  penghobi sepeda ontel. Bukan hanya sekedar bersepeda, para penghobi tersebut biasanya sering menghias sepeda mereka dengan tas serta dompet sebagai asesorisnya. Sehingga ada beberapa penghobi yang memesan tas untuk sepedanya kepada Miskan. ''Sejak itu saya terus berkonsentrasi untuk produksi tas tersebut. Dan agar tetap laku, saya turut serta berpartisipasi di setiap even mereka,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dengan kejeliannya membaca pasar itu, Miskan bersama istrinya masih mampu bertahan hingga saat ini. Namun eksistensinya kini kembali terancam dengan maraknya produk-produk China yang mulai merambah pasar di Jawa Timur. ''Karena pasar kami tidak hanya disini saja. Kami juga sudah menembus berbagai kota pusat kerajinan,'' akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya seperti Bandung,Bekasi, Jogjakarta, Jember hingga luar Jawa yakni Kalimantan dan Sumatera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-8203851350140735685?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/8203851350140735685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/pasar-bebas-pukul-perajin-kulit-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8203851350140735685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/8203851350140735685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/pasar-bebas-pukul-perajin-kulit-di.html' title='Pasar Bebas Pukul Perajin Kulit di Ponorogo'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2917401371969001021</id><published>2010-02-01T21:44:00.001+07:00</published><updated>2010-02-01T21:44:57.041+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Ponorogo'/><title type='text'>Penerima Raskin Berkurang di Ponorogo, Gakin Kecewa</title><content type='html'>Ratusan warga miskis (gakin) di Ponorogo mulai kemarin (31/1) menerima jatah beras miskin (raskin). Meski begitu, mereka mengeluh dengan menurunnya jumlah penerima. Khususnya, mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap. ''Jatah beras murah itu sudah kami tunggu sejak  lama. Tapi tahun ini saya tidak masuk hitungan,'' terang Sarmi, 55, warga Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal jatah raskin sebanyak 13 kilogram itu sudah ditunggu sejak beberapa bulan terakhir. Namun, pada saat  pembagian kemarin namanya tidak tercantum dalam daftar penerima raskin setempat. ''Biasanya sebelum mengambil saya dapat kartu pengambilan. Tapi kali ini tidak,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarmi pun kecewa. Karena, selain harus membeli beras dengan harga tinggi yang mencapai Rp 6.000 perkilogram. Dia juga harus menunggu panen padi tiga bulan mendatang. ''Kalau saya dapat jatah beras miskin, kan bisa buat nyambung,'' paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarmi masih lumayan, karena punya harapan menunggu panen padi miliknya. Marmi, warga lainnya, lebih kecewa. Dia tidak lagi menerima jatah raskin. Padahal sama sekali tidak memiliki sawah atau cadangan padi. ''Karena saya hanya bekerja sebagai buruh tani. Hanya cukup untuk keperluan sehari-hari,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang sama terjadi di Desa Panjeng, Kecamatan Jenangan. Pemerintah desa setempat terpaksa mengurangi  jatah penerima raskin tahun ini. Yakni, sekitar sepuluh persen dari jumlah penerima raskin tahun lalu, atau turun sekitar 20 orang penerima. ''Kami haaa meneruskan program dari pusat. Untuk jumlah penerima tahun ini memang turun,'' kata kepala desa setempat Didik Kuncoro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun sebelumnya untuk setiap penerimaan jatah raskin, pihaknya membagikan kepada sekitar 150 penerima. Namun, tahun ini hanya berjumlah sekitar 125 penerima saja. Sehingga untuk mengantisipasi keresahan warganya, Didik mencoba mencari solusi. Yakni, dengan membagi perolehan jatah raskin tersebut. ''Cara ini sudah lama kami gunakan, agar mereka tidak saling berebut,'' akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian Didik hanya bisa berharap pemerintah setempat, bisa memperhatikan nasib rakyatnya. Khususnya, warga miskin yang hingga saat ini masih minim perhatian, terutama terkait kesejahteraan mereka. ''Bukan hanya berbentuk materi, namun bantuan tersebut bisa berupa pembinaan atau bantuan modal yang benar-benar direalisasikan tanpa campur tangan oknum tertentu,'' imbuhnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2917401371969001021?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2917401371969001021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/penerima-raskin-berkurang-di-ponorogo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2917401371969001021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2917401371969001021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/02/penerima-raskin-berkurang-di-ponorogo.html' title='Penerima Raskin Berkurang di Ponorogo, Gakin Kecewa'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4275152901518024668.post-2467691219889106511</id><published>2010-01-28T20:29:00.001+07:00</published><updated>2010-01-28T20:29:41.005+07:00</updated><title type='text'>hello world</title><content type='html'>tes posting&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4275152901518024668-2467691219889106511?l=beritaponorogo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/feeds/2467691219889106511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/01/hello-world.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2467691219889106511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4275152901518024668/posts/default/2467691219889106511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://beritaponorogo.blogspot.com/2010/01/hello-world.html' title='hello world'/><author><name>voila tech</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
